Page 35 - Cerita Darman dan Darmin
P. 35

bayangan  hitam  berambut  panjang  menuju  ke

            arahnya. Amini memegang tangan kakaknya sangat

            erat.

                 “Dik, jangan  keras-keras  pegang  tangan

            Abang!” Darmin bicara seperti berbisik.

                 “Amini takut, Bang,” jawab Amini memperlihat-

            kan muka ketakutan.

                 “Tenang, Abang di sini!” hibur Darmin.

                 Bayangan  itu  semakin  lama  semakin  jelas

            terlihat. Ternyata bayangan hitam itu adalah sosok

            perempuan tua.

                 “Nenek siapa?” tanya Darmin.

                 “Saya  pemilik  perkebunan  ini,”  jawab  Nenek

            keheranan ada dua anak di kebunnya..

                 “Bolehkah kami istirahat di sini?” ujar Darmin.

                 “Kami tidak mencuri buah-buahan milik Nenek,”

            sahut Amini ketakukan.

                 “Nenek tidak menuduh kalian. Habiskan makanan

            kalian setelah itu ikut ke rumah!”




                                          28
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40