Page 29 - Cerita Darman dan Darmin
P. 29

Perlahan-lahan  Darmin  membuka  matanya.

            Kesadarannya  belum  pulih  benar.  “Kita  ada  di

            mana, Dik?”

                 “Hahahaha. Abang mengigau, ya?” canda Amini

            melihat abangnya yang kebingungan.

                      “Apakah        masih      ingin      melanjutkan

            perjalanan?” tanya Darmin kepada adiknya.” Amini

            menganggukkan kepalanya tanda setuju.

                 Mereka  melanjutkan  perjalanan  mencari

            warung  nasi.  Siapa  tahu  ada  orang  yang  berbaik

            hati memberikan sisa-sisa makanan untuk mereka.

            Akan tetapi, belum juga mereka mendekati warung

            tersebut,  mereka  sudah  diusir.  Mereka  dianggap

            mengganggu pengunjung warung.

                  “Nasi pakai  ayam  satu,  Mpok!”  ujar  salah

            seorang pembeli.

                 “Gabus  pucungnya,  Mpok.  Makan  di  sini!”

            pembeli yang lain ikut teriak tidak sabar.







                                          22
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34