Page 36 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 36

Kemudian, jalan raya juga dibuat untuk keperluan

            perdagangan.  Tanah  Minang  merupaan  negeri  yang
            subur  karena  negeri  itu  menghasilkan  banyak  hasil

            bumi.  Hasil-hasil  bumi  itu  laku  dijual  di pasar  dunia.

            Ada rempah-rempah, ada kopi, ada teh, ada karet, ada

            tembakau,  dan  lain  sebagainya.  Jalan  raya  dibangun
            untuk memudahkan pengangkutan hasil-hasil bumi itu.

                 Sejak  jalan  raya  dibuat  lebar  dan  bagus, maka

            banyaklah  muncul  alat  angkutan.  Jauh  sebelum  ada

            mobil  dan  kereta  api  yang  kita  kenal  sekarang, alat
            angkutan  terlebih  dahulu  bersifat  tradisional,  berupa

            pedati dan bendi.

                 Untuk  mengangkut  barang  digunakan  pedati.

            Pedati  bisa  mengangkut  barang  dalam  jumlah  besar.
            Pedati ini ada yang ditarik kerbau, ada juga yang ditarik

            sapi. Akan tetapi, di Ranah Minang, pedati lebih banyak

            ditarik kerbau.

                 Kenapa begitu? Itu dikarenakan kerbau lebih kuat
            daripada sapi. Badan kerbau juga lebih besar sehingga

            beban yang dapat ditarik kerbau juga lebih banyak.

                 Selain itu, kerbau memiliki tanduk yang panjang jauh

            melebihi tanduk sapi. Kalau di jalan bertemu harimau,
            kerbau tidak akan takut melawannya. Sebab di Ranah

            26
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41