Page 31 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 31

4. Asal-Usul Bendi




                 Pada  masa  dahulu,  untuk  menghubungkan  antar
            daerah yang jauh, hanya terdapat jalan setapak kecil.

            Lewat jalan itulah, orang-orang lalu-lalang mengangkut
            barang.

                 Kondisi jalannya tidak memadai. Masih jalan tanah.

            Jalannya  juga  belum  dikeraskan  dan  sempit  sehingga
            hanya  memungkinkan  perjalanan  dan  pengangkutan

            ditempuh dengan jalan kaki dan dengan kuda.
                 Akan tetapi, hanya orang-orang tertentu saja yang

            dapat  mengendarai  kuda.  Sementara  orang-orang

            kebanyakan ke mana-mana hanya berjalan kaki.
                 Sebagai  alat  angkutan,  kuda  ada  dua  jenisnya.

            Kuda  beban  dan  kuda  tunggangan.  Kuda  beban

            digunakan untuk mengangkat beban atau disebut kuda
            beban. Kuda yang dipakai untuk pengangkutan beban

            ini  biasanya  adalah  jenis  ‘kuda  sawah’,  kuda  dengan

            ukuran tubuh yang lebih kecil. Kuda ini biasanya sedikit
            saja lebih besar dari keledai sehingga bukan merupakan

            kuda yang unggul.
                 Oleh  orang  Minang,  istilah  ‘kuda  sawah’  ini  juga

            dipakai  sebagai  sesuatu  yang  bermakna  lemah,  atau

            tidak dapat diandalkan kekuatannya.
                                                                       21
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36