Page 41 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 41

6. Apakah Bendi-Bugi Itu?




                 Cikal-bakal  bendi  di Minangkabau  sendiri  adalah
            bugi. Bugi merupakan kereta kuda roda dua juga, tetapi

            tanpa  tingkap  atau  atap.  Penumpangnya  juga  sangat
            terbatas, hanya bisa memuat dua penumpang lho.

                 Bugi  lebih  cendrung  menjadi  kendaraan  pribadi

            ketimbang kendaraan orang ramai. Oleh sebab itu, bugi
            hadir  sebagai  alat  angkutan  kalangan  elit  sehingga

            terkesan  mewah.  Hanya  kalangan-kalangan  tertentu
            saja yang memiliki bugi. Bugi dijadikan lambang status

            para pemiliknya.

                 Bugi lalu  digantikan  oleh  bendi.  Bendi  adalah
            kereta  roda  dua  yang  ditarik  kuda  juga.  Akan  tetapi,

            perbedaannya bahwa keretanya memiliki tingkap atau

            atap. Yang terpenting bahwa penumpangnya juga bisa
            dimuat jauh lebih banyak.

                 Setelah digantikan bendi, kini bugi tinggal sebagai

            barang  antik.  Bugi  lamo,  namanya.  Bugi  lamo  oi  bugi
            lamo..., he he he.

                 Sebagai  barang  antik,  bugi kini hanya  hanya
            digunakan  untuk  acara  pesta  pernikahan.  Untuk

            mengarak kedua mempelai keliling kota dengan diiringi

            musik  daerah.  Bugi  kadang  juga  digunakan  untuk
                                                                       31
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46