Page 34 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 34

“Iya, kuda jenis ini adalah hasil persilangan kuda

            setempat  dengan  kuda  dari  tanah  Batak.  Kuda  yang
            kuat dan tinggi sehingga tidak jarang dibawa masuk ke

            gelanggang pacu.”

                 “Oh,  masih  ada  festival  pacu  kuda?”  tanya  Pak

            Sutan
                 “Oh, masih, diadakan sekali setahun.”

                 “Ara dan Hosen, suka tidak melihat kuda balapan?”

                 “Suka, Yah, suka!” kata mereka serentak.

                 “Tunggu  saja.  Tidak  lama  lagi  akan  ada  festival
            pacu kuda lagi di Bukittinggi!” kata Pak Kusir.

                 “Hore!” teriak Ara dan Hosen.

                 Pak Kusir lalu melanjutkan ceritanya lagi.

                 “Di  Minangkabau,  kawasan  peternakan  kuda  itu
            disebut sebagai padang-bakudo atau padang berkuda.

            Kuda-kuda dipelihara dengan cara dilepaskan di padang

            pengembalaan  atau padang rumput itu.”

                 “Wah,  pasti  senang  main  kejar-kejaran  di  situ,”
            kata Hosen memotong cerita.

                 “Iya,  tentu  saja.  Dalam  kawasan  peternakan  itu

            sekaligus terdapat klinik hewan. Klinik itu adalah tempat

            pengobatan bagi kuda-kuda yang terserang penyakit,”

            kata Pak Kusir.
            24
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39