Page 50 - Cerita Dalem Boncel
P. 50

Ketika  orang  tua  Boncel  di  halaman  rumahnya,
            Boncel  sedang  duduk  di  kursi  singgasana  di  pendopo

            rumahnya. Dia sedang menikmati pemandangan ke arah

            rumah  penduduk.  Dari  arah  pintu  terdengar  ketukan

            dan suara pengawalnya meminta izin masuk.
                “Maaf,  Juragan  Dalem  Boncel,  ada  tamu,”  lapor

            pengawalnya.

                “Masuk!” Boncel menjawab ketukan pengawalnya.

                 “Siapa?” tanya Dalem Boncel singkat.
                “Mereka  dari  Desa  Bungbulang,  mengaku  sebagai

            orang tua Juragan,” jelas pengawal itu.

                Dalem  Boncel  kaget  dan  terhenyak.  Dia  berdiri

            menghampiri jendela, memandang dari kejauhan tamu
            yang  datang  sambil  berpikir, “Mungkin benar  mereka

            orang tuaku, tetapi kalau aku mengaku mereka orang

            tuaku, aku malu. Mereka miskin dan hina kelihatannya.

            Wargaku nanti tidak percaya kalau aku menak dan tidak
            akan menghormatiku lagi.”

                Sesaat     Dalem      Boncel     termenung,      hatinya

            berkecamuk  dan  bimbang.  Dia  tidak  tahu  bagaimana

            menyikapi kedatangan orang tuanya.






                                                                       41
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55