Page 69 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 69

“Abaaang, abaaang, jangan tinggalkan aku,” teriak
            Mia Bungsu. Mia Bungsu menangis tiada henti.

                 Nek Imok  melihat  kesedihan  Mia Bungsu.  Ia
            pun  ikut  bersedih.  Ia  merasa  bersalah  karena  telah

            meninggalkan Koling di tengah hutan sendirian. Maksud
            hatinya  ingin  mendidik  Koling  agar  berubah  menjadi

            lebih baik. Malangnya, Koling diterkam binatang buas
            sehingga menewaskannya.

                 Ketika  melihat  Mia  Bungsu  menangis,  Nek  Imok
            kemudian mendekatinya. Ia membisiki Mia Bungsu untuk

            bersabar dan tabah menerima kematian abangnya. Ia

            pun membujuk Mia Bungsu untuk segera menguburkan
            abangnya.

                 “Sudahlah,  Nak.  Relakan  kepergian  abangmu.
            Nenek berdoa semoga dia berkumpul dengan ayah dan

            ibumu di surga,” kata Nek Imok membesarkan hati Mia
            Bungsu.

                 Mia Bungsu bergeming sejenak mendengar nasihat

            Nek Imok.  Lalu,  ia  mengusap-usap  tubuh  Koling
            abangnya yang sudah tak bernyawa itu.

                 Kesedihan  Mia  Bungsu  atas  kematian  abangnya
            sukar  diobati.  Ibarat  luka,  lukanya  sangat  besar

            sehingga  susah  sembuh.  Jikalau  sembuh  pun,  akan


                                          55
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74