Page 65 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 65

Mencari Koling




                 Tiga hari kemudian Nek Imok melaporkan kepada

            Mia Bungsu tentang Koling yang ditinggalkan di hutan
            sendirian. Nek Imok menceritakan kemarahan hatinya

            sehingga meninggalkan Koling sendiri di tengah hutan.

            Setelah  mendengar  kisah  Nek Imok, raut  wajah  Mia

            Bungsu menjadi sedih. Ia menangis tersedu-sedu. Dalam
            pikiran dan hatinya Koling adalah saudara kandung yang

            amat  dicintainya.  Walaupun jahat  terhadap  dirinya,

            Koling adalah abang kandung yang selalu menemaninya

            selama ini.
                 Mia Bungsu tidak  bisa menyimpan  kesedihan

            terhadap  abangnya.  Memori  bahagia  bersama  Koling

            masih  diingatnya.  Ia  masih  ingat  keindahan  dan

            kebahagiaan bersama Koling ketika ibunya masih hidup.
            Kebahagiaan  ketika  bermain  bersama  abangnya  tidak

            bisa hilang dari ingatannya.

                 Ia  ingin  rasanya  memarahi  Nek Imok  yang  tega

            meninggalkan  abangnya  sendiri  di  tengah  hutan.
            Namun, apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur.



                                          51
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70