Page 67 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 67

“Iya, aku berharap ia baik-baik saja di tengah hutan
            itu  sehingga  kami  bisa berkumpul  bersama  lagi.  Aku

            yakin ia akan berubah dan menyesali kesalahannya. Aku

            merindukan Koling abangku, Nek,” kata Mia Bungsu.

                 “Baiklah,  kalau  begitu  aku  akan  menemanimu  ke

            hutan rimba Bukit Kualan,” kata Nek Imok.

                 “Terima kasih, Nek,” kata Mia Bungsu.

                 Mia Bungsu dan Nek Imok pun berangkat menuju
            hutan  tempat  Koling  ditinggalkan  sendirian.  Mereka

            bergegas  meninggalkan  rumah  menuju  hutan  Bukit

            Kualan.  Hutan  angker  yang  banyak  ditumbuhi  pohon-

            pohon besar, rotan, dan semak berduri.

                 Mia Bungsu sangat bersemangat mencari abangnya.

            Perjalanan  menuju  hutan  Bukit Kualan  membuat

            hatinya berdebar. Perasaan harap-harap cemas selalu

            menghantui Mia Bungsu. Ia berharap abangnya masih

            hidup. Namun, ia juga cemas membayangkan abangnya
            sudah  tidak  bernyawa.  Itulah  mengapa  perjalanan  ke

            hutan rimba Bukit Kualan penuh harap dan cemas bagi

            Mia Bungsu.




                                          53
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72