Page 74 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 74

juga mendapatkan bantuan riset dari SEASREP Foundation
            meneliti Bahasa dan Masyarakat Iban di Kalimantan Barat,
            Indonesia dan Sarawak, Malaysia.
                    Ia aktif menulis artikel dan makalah dalam bidang
            bahasa, sastra, dan budaya lokal. Kegemarannya menulis
            artikel dan makalah dilampiaskan dengan mengikuti berbagai
            seminar dan konferensi tingkat nasional dan internasional
            sebagai  pembicara,  seperti  di  Padang,  Solo,  Jakarta,
            Bandung, Pulau Penang, Bangi (Malaysia), Brunei, dan Chiang

            Mai (Thailand).
                    Ia juga mendirikan komunitas menulis dan penerbitan
            Pustaka Rumah Aloy tahun 2013 dan LSM Indonesia
            Melestarikan  Bahasa  Ibu  tahun  2014.  Tulisan-tulisan
            akademiknya itu pun tersebar dalam beberapa buku terbitan
            lokal, nasional, dan mancanegara. Sejak itu pula ia dikenal
            sebagai pegiat kepenulisan dan peneliti kebudayaan lokal di

            Kalimantan Barat. Tulisan populernya menghiasi koran-koran
            lokal, seperti Pontianak Post, Equator, dan Borneo Tribune.
            Lelaki energik ini pun kerap menjadi instruktur menulis di
            IAIN Pontianak, Universitas Tanjungpura Pontianak, dan
            komunitas-komunitas menulis di Kalimantan Barat.
                    Selain itu, ia pun senang menulis fiksi, beberapa
            cerpennya terbit dalam antologi, seperti kumpulan cerpen
            Cinta Sekufu Sambas—Jakarta, Kalbar Berimajinasi, dan
            Cerpen Khatulistiwa. Pelatihan bidang ilmu yang pernah

            diikuti di antaranya adalah (1) Bengkel Pemetaan Dialek
            Melayu, di Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA),



                                          60
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78