Page 42 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 42

merayakan  pengangkatan  penghulu.  Penghulu  yang

            baru diangkat juga diarak keliling kota agar diketahui
            orang ramai.

                   Sekali setahun, dalam acara pacu kuda, bugi juga

            diperlombakan.  Pacu  bugi  termasuk  yang  ditunggu-

            tunggu penonton. Jika biasanya pacu kuda hanya kuda
            yang berpacu, kini kuda itu diberi keretanya. Penonton

            senantiasa gembira dan senang hati terhibur oleh pacu

            bugi.



            Masa-Masa Kejayaan Bendi

                 Di Minangkabau, bendi berkembang pesat setelah

            jalan raya ada. Ketika jalan raya sudah bagus, kota-kota

            pun turut tumbuh. Bendi menjadi primadona angkutan
            umum  di kota-kota  besar  seperti  Padang, Bukittingi,

            Solok, Padangpanjang, dan Payakumbuh.

                 Pertumbuhan  bendi  terbilang  sangat  pesat.  Pada

            1892,  di  Bukittinggi  hanya  terdapat  125  bendi.  Lalu,
            bendi tumbuh empat kali lipat pada tahun 1904 sehingga

            menjadi  531 bendi.  Di kota  lainnya,  di Payakumbuh

            hanya ada 33 bendi tahun 1885. Akan tetapi, angka itu

            melonjak menjadi 969 tahun 1903, dan terus bertambah
            hingga menjadi 1.200 pada tahun 1904.

            32
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47