Page 17 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 17

Dari  bandara,  mereka  naik  taksi  ke  Bukittinggi.

            Jaraknya hanya dua jam perjalanan. Melewati beberapa
            daerah  yang  indah  dengan  pemandangan  alamnya,

            seperti Kayutanam dan Padangpanjang.

                 “Rumah nenek masih jauh, Yah?” tanya Ara, ketika

            baru  saja  sampai  di  Padangpariaman,  tempat  banyak
            kelapa dihasilkan. Kamu tahu untuk apa kelapa? Banyak

            gunanya, terutama untuk diambil buahnya, lalu diperas

            santannya untuk masakan, santan yang putih itu lho.

                 “Tidak jauh, dua jam lagi juga kita sampai,” kata
            Bu Sutan.  Ara  dan  Hosen  memejamkan  mata  dalam

            pelukan  ibunya.  Mereka  kemudian  tertidur  nyenyak

            selama dalam perjalanan.

                 Sementara Pak Sutan dan Bu Sutan asyik menikmati
            pemandangan. Pemandangan di Ranah Minang memang

            indah dan menawan. Tiada henti Pak Sutan dan Bu Sutan

            terkagum-kagum pada alam kampung halaman. Mereka

            asyik  melongokkan  kepala  di  jendela  taksi  melihat
            keindahan  alam  sepanjang  perjalanan  dan  merasakan

            hawa sejuknya.

                 Setelah  mencapai  daerah  pegunungan,  hawa

            sejuk menyerbu masuk ke dalam taksi. Hawa sejuk itu
            membuat  Ara  dan  Hosen  semakin  lelap.  Sementara

                                                                        7
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22