Page 59 - Cerita Dalem Boncel
P. 59

tuanya sudah meninggal. Dia pergi berziarah ke makam
            orang tuanya.

                “Ibu …, Bapak …,” Boncel duduk bersimpuh di depan

            makam orang tuanya. “Ibu, Bapak, maafkan anakmu si

            Boncel ini,” Boncel terguguk menangis.
                “Anakmu sungguh tidak tahu diri. Aku sudah tega

            mengusir  Bapak  dan  Ibu.”  Boncel  terus-menerus

            menyesal dan menangis.

                Hari demi hari Boncel terus menangis di atas pusara
            orang  tuanya  dan  memohon  ampun.  Akan  tetapi,

            penyesalan  Boncel  tidak  ada  artinya  karena  orang

            tuanya sudah meninggal. Boncel tidak mau pulang lagi

            ke Kadipaten Caringin. Dia tinggal di Desa Bungbulang
            sampai meninggal karena sakit gatal yang tidak dapat

            disembuhkan.

                Begitulah kisah seorang anak miskin yang lupa jati

            dirinya: dari mana dia berasal dan siapa orang tuanya.
            Harta  dan  jabatan  telah  membutakan  mata  hatinya.

            Penyesalan  tidak  akan  datang  di  awal,  tetapi  lebih

            sering datang kemudian.









            50
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64