Page 58 - Cerita Dalem Boncel
P. 58

Suatu  malam  Dalem  Boncel  bermimpi  bertemu
            dengan  kedua  orang  tuanya.  Mereka  tampak  sedang

            menangis.  Dalam  mimpi  tersebut  ada  suara  yang

            menyebut dirinya.

                “Hai, Boncel, sungguh engkau anak yang durhaka.
            Engkau  tidak  mau  mengakui  orang  tuamu.  Lihatlah,

            mereka begitu bersedih karena kelakuanmu.”

                Akhirnya,  Dalem  Boncel  menyadari  kekeliruannya.

            Penyakit yang dideritanya mungkin hukuman dari Tuhan
            karena  telah  mengusir  kedua  orang  tuanya.  Dalem

            Boncel  memutuskan  untuk  pulang  ke kampungnya

            menemui kedua orang tuanya. Dia pun memerintahkan

            pengawalnya       menyiapkan       perjalanan     ke    Desa
            Bungbulang  untuk  menengok  sekaligus  meminta  maaf

            kepada orang tuanya. Berbagai bekal dan hadiah untuk

            orang tuanya dia persiapkan dengan saksama.

                Selama  dua minggu perjalanan, rombongan Dalem
            Boncel menuju Desa Bungbulang dengan mengendarai

            kuda.  Pada  zaman  itu  kendaraan  yang  ada  memang

            cuma  kuda.  Sesampai  di  Desa  Bungbulang,  alangkah

            kecewanya  Dalem  Boncel  mengetahui  kedua  orang






                                                                       49
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63