Page 51 - Berbendibendi di Bukittinggi
P. 51

bergerak. Indah sekali terlihat.

                 Supaya kuda berjalan lurus, tidak menengok kiri dan

            kanan, mata kuda ditutup dengan kain yang menyerupai

            bentuk  kacamata.  Namanya  kacamata-kuda.  Pada

            kepala  kuda  juga  terdapat  untaian  lonceng-lonceng

            kecil yang nyaring berbunyi ketika kuda berlari semakin

            kencang.

                 “Kenapa  kaki kuda  juga  bisa  berbunyi  kencang

            sekali  ketika  berjalan,  Yah?”  tanya  Hosen  tiba-tiba.

            Hosen  berpikir, mungkin  pada  kaki kuda itu  ada  pula

            lonceng atau bel.

                 “Itu karena kuda menggunakan sepatu dari besi,”

            kata Pak Sutan, menjawab keingintahuan anaknya.

                 Pak Kusir lalu menerangkan lebih banyak lagi: “Ya,

            kuda  memang  memakai  terompah  khusus, terompah

            dari besi. Ladam kuda namanya. Ladam kuda dibuat di

            tempat  khusus  pula.  Nama  tempatnya  adalah  tempat

            pengempaan besi. Dulu tempat pengempaan besi banyak

            di kota ini. Sekarang tidak banyak lagi karena jumlah

            bendi terus berkurang,” kata Pak Kusir sedih.

                 “Agar  tidak  mudah  lepas, terompah  besi  itu

                                                                       41
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56