Page 45 - Wisata Kuliner Bersama Nenek
P. 45

“Dahulu, angsle hanya disajikan kondisi

            hangat.  Namun,  karena  yang  jualan  bukan  orang

            Malang  saja,  akhirnya  angsle  tidak  hanya  dijual

            hangat,  tetapi  bisa  diberi  es  batu.  Apalagi  di

            Surabaya cuacanya panas dan terik matahari,

            seperti      Jakarta,      bukan?       Angslemu        perlu

            ditambahi es batu tidak, Nik?” tanya nenek.


                    “Iya, Nek,” jawabku.


                    “Pak, tambahi es batu ya, Pak,  yang di mangkuk

            satu ini,” perintah nenek.


                    “Baik, Mbah,” jawab pak penjual.

                    “Pak, ini apa, kok seperti tepung?” tanyaku.


                    “Oh  ini,  ini  bukan  tepung,  ini  petulo.

            Bapak  jelaskan  ya,  tetapi  jangan  sampai  tertidur

            karena ceritanya panjang,” jawab pak penjual.


                    “Hahaha,” aku dan nenek pun tertawa

            seketika.



 Wisata Kuliner Bersama Nenek  Wisata Kuliner Bersama Nenek             35
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50