Page 39 - Cerita Dalem Boncel
P. 39

“Ya Allah, mudah-mudahan kita dapat dipertemukan
            kembali dengan Boncel.” Ibu Boncel kembali meneteskan

            air mata.

                “Amin, ya Allah.” Bapak Boncel tertunduk sedih.

                Keesokan harinya bapak Boncel seperti biasa pergi
            ke sawah.

                “Ibu,  bapak  pergi  dulu,  ya,”  ujar  bapak  Boncel

            berpamitan.

                Ibu Boncel keluar dari dapur, “Ya, Pak. Ini rebusan
            singkong dan air putih dibekal saja, ya. Nanti siang ibu

            tidak bisa antar.”

                “Oh, mengapa tidak bisa, Bu?”

                “Ibu  dimintai  tolong  mencuci  piring  di pesta
            pernikahan ibu Neneng, Pak.”

                “Barangkali  nanti  kita  dapat  berkat  (hantaran

            makanan) dari pesta itu.”

                “Ibu,  kalau bantu  orang jangan  berharap  dibalas.
            Ibu harus ikhlas,” ujar bapak Boncel mengingatkan.

                “Iya, Pak. Ibu ikhlas membantu.”












            30
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44