Page 30 - Sumut- Bohong Merinang
P. 30
Simpersah berbalik dan berlari untuk memeluk ibunya.
Namun, senyum sang ibu sudah menjadi obat untuk
kesedihannya. Senyum itu telah menguatkan hatinya
untuk meninggalkan Kampung Sicike-Cike dan ibunya.
Senyum itu selalu menawar rasa lelah dan sakitnya
sekian lama. Ia lalu menundukkan kepala, air matanya
jatuh sepanjang jalan yang ia lewati.
21

