Page 75 - Ketut Bagus
P. 75

65

                  Keduanya  naik  bus  kota  menuju  desa  Bedugul.  Perjalanan
            tidak  sulit  karena  mereka  sudah  mengenal  rute  desa  Bedugul.
            Beberapa jam kemudian mereka tiba di desa Bedugul dan langsung

            menuju rumah Ibu dan Bapak I Mangku Engengan.
                  "Eh, Bagas sudah kembali kau Nak, cepat sekali," kata ibunya
            membukakan pintu.

                  Bagas mencium tangan ibunya dan tangsung bertanya.
                  "Bu,  benarkah  Bagas  bukan  anak  Ibu  dan  juga  bukan  anak
            Bapak?" tanya Bagas penuh harap.
                  "Siapa  yang  bilang?  Bagas  anak  Bapak  dan  Ibu.  Cuma

            sekarang  karena  Bagas  tinggal  bersama  orang  tua  I  Ketut  Bagus
            jadi  untuk  sementara  orang  tua  I  Ketut  Bagus  menjadi  orang  tua
            Bagas," kata ibu dengan wajah keheranan.

                  "Ibu,  Bagas  berharap  Ibu  mau  berterus  terang,"  Bagas
            berkata tegas.
                  Sementara itu, seorang bapak dengan membawa jala pulang

            dari jualan ikan dan ibu langsung menyambutnya.
                  "Pak bagaimana ini Bagas datang dan ia mengatakan bahwa
            ia bukan anak kita?" Itu berkata setengah berbisik.

                  "Bagas," panggil Pak I Mangku Engengan.
                  "Oh, Bapak sudah pulang," Bagas menyambut dan mencium
            tangannya.
                  "Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Bapaknya lagi.

                  "Baik, Bapak," jawab Bagas singkat.
                  "Bapak benarkah bahwa Bagas bukan anak Bapak dan
            Ibu?"
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80